Pemahaman Industri
Pemahaman Industri Dan Peningkatan Sumber Daya Manusia. Industri sebagai satu aktivitas ekonomi yang mengikutsertakan produksi atau pembikinan barang atau jasa lewat proses manufacturing atau pemrosesan bahan mentah. Industri mengikutsertakan beragam tipe aktivitas, seperti rencana, perancangan, produksi, pengetesan, pengepakan, distribusi, dan pemasaran produk atau jasa.

Industri mainkan peranan penting pada kemajuan ekonomi satu negara, karena membuat lapangan pekerjaan, hasilkan produk atau jasa yang diperlukan oleh warga, dan tingkatkan penghasilan nasional. Industri bisa dipisah jadi beberapa bidang, seperti industri manufacturing, industri pertanian, industri perikanan, dan bidang jasa.
Tetapi, industri mempunyai imbas negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia bila tidak ditata secara baik. Maka dari itu, peraturan dan pemantauan yang ketat dibutuhkan untuk pastikan jika industri bekerja secara bertanggungjawab pada lingkungan dan kesehatan manusia.
Istilah industri
Pemahaman Industri Dan Peningkatan Sumber Daya Manusia. Berikut istilah-istilah yang kerap dipakai dalam kerangka industri:
- Produksi: aktivitas membuat barang atau jasa yang bisa ditawarkan dengan mengganti bahan mentah jadi produk akhir.
- Manufacturing: aktivitas produksi atau pembikinan produk dengan memakai mesin atau alat khusus dan lewat proses yang kompleks.
- Kualitas: tingkat kecocokan produk dengan standard atau fitur yang ditetapkan.
Efektivitas: kekuatan sebuah industri untuk hasilkan produk dengan ongkos yang lebih rendah. - Pengembangan: peningkatan atau penemuan tehnologi baru untuk tingkatkan proses produksi dan produk yang dibuat.
- Marketing: aktivitas untuk mempromokan dan pasarkan produk atau jasa ke customer.
- Rencana produksi: proses berencana jumlah produksi dan waktu produksi untuk penuhi kebutuhan pasar.
- Tersedianya bahan baku: kehadiran dan tersedianya bahan mentah yang dibutuhkan untuk memproduksi.
- Rantai suplai: serangkaian aktivitas dimulai dari penyediaan bahan baku, produksi, distribusi sampai pemasaran produk.
- Tenaga kerja: sumber daya manusia yang turut serta pada proses produksi dan menjalankan perlengkapan produksi.
Beberapa kondisi industri:
Pemahaman Industri Dan Peningkatan Sumber Daya Manusia. Berikut beberapa kondisi industri yang bisa terjadi dalam sebuah bidang industri:
- Perkembangan: Kondisi di mana industri berkembang dan tumbuh secara baik, diikuti dengan kenaikan produksi, kebutuhan pasar, dan penghasilan perusahaan.
- Stagnasi: Kondisi di mana industri tidak alami perkembangan dan alami kesusahan untuk tingkatkan produksi dan pemasaran.
- Krisis: Kondisi di mana industri alami pengurangan produksi dan pemasaran, umumnya terjadi di saat ekonomi sedang lemas.
- Pengembangan: Kondisi di mana industri membuat produk atau tehnologi baru yang lebih efektif dan efisien.
- Kompetisi: Kondisi di mana industri hadapi kompetisi yang ketat dengan perusahaan semacam dalam merebutkan market share.
- Monopoli: Kondisi di mana industri dikuasai oleh satu atau beberapa perusahaan besar yang kuasai pasar.
- Peraturan: Kondisi di mana industri ditata oleh undang-undang atau peraturan pemerintahan membuat perlindungan kebutuhan customer dan lingkungan.
- Deregulasi: Kondisi di mana industri tidak ditata secara ketat oleh pemerintahan, yang memungkinkan berlangsungnya semakin banyak kompetisi dan pengembangan.
Undang-Undang No. 5 Tahun 1984 mengenai Industri, mendeskripsikan industri sebagai aktivitas ekonomi yang mempunyai tujuan untuk membuat, menghasilkan, memproses, meningkatkan, dan/atau manfaatkan barang atau jasa dengan memakai mesin, perlengkapan, tehnologi, dan tenaga kerja, terhitung aktivitas di bagian pertambangan dan energi.
Disamping itu, UU No. 5 Tahun 1984 memperjelas jika industri harus digerakkan dengan memprioritaskan efektivitas, kualitas, keamanan, dan pelindungan lingkungan, dan memerhatikan kesejahteraan warga dan karyawan industri. Industri diharap bisa berperan dalam pembangunan ekonomi nasional lewat kenaikan produksi, akseptasi devisa, peresapan tenaga kerja, dan peningkatan tehnologi.
Peningkatan industri
Peningkatan industri ialah satu usaha untuk tingkatkan produksi dan daya saing industri, dan tingkatkan kesejahteraan warga lewat peningkatan sumber daya manusia, tehnologi, infrastruktur, dan investasi dalam bidang industri. Beberapa usaha yang bisa dilaksanakan dalam peningkatan industri diantaranya:
- Investasi dan Peningkatan Infrastruktur: Peningkatan infrastruktur seperti jalan raya, dermaga, lapangan terbang, dan jaringan listrik yang bisa tingkatkan aksesbilitas dan sambungan antarwilayah dan kurangi ongkos produksi.
- Kenaikan Sumber Daya Manusia: Pengajaran dan training untuk tenaga kerja untuk tingkatkan kualitas dan ketrampilan, dan kenaikan keproduktifan tenaga kerja dan daya saing industri.
- Peningkatan Tehnologi: Peningkatan tehnologi terhitung riset dan peningkatan tehnologi baru, transfer tehnologi, dan pengembangan tehnologi yang bisa tingkatkan efektivitas produksi, kualitas produk, dan percepat implementasi tehnologi.
- Pemberian Stimulan dan Peraturan Pajak: Peraturan pemerintahan seperti pajak, bantuan, dan kemudahan pajak bisa memberi stimulan untuk perusahaan untuk lakukan investasi dan peningkatan industri.
- Pembangunan Kerja sama dan Jaringan Kerja sama: Kerja sama antarindustri, aktor usaha, dan pemerintahan, dan pembangunan kerja sama dengan instansi keuangan dan investor bisa menolong peningkatan industri dan tingkatkan daya saing industri.
Peningkatan industri jadi satu hal yang penting untuk negara dalam rencana tingkatkan kesejahteraan warga dan kemajuan ekonomi yang terus-menerus. Peningkatan industri yang terus-menerus dan ikuti beberapa prinsip lingkungan dan sosial, bisa menolong jaga kesetimbangan di antara kemajuan ekonomi dan pelindungan lingkungan dan kesejahteraan warga.
Berdasarkan Rostow “Teori Tingkatan Perkembangan Ekonomi”.
Walt Whitman Rostow ialah seorang ekonom Amerika Serikat yang meningkatkan teori mengenai lima tahapan kemajuan ekonomi yang dikenali sebagai “Mode Rostow” atau “Teori Tingkatan Perkembangan Ekonomi”. Dalam teorinya, Rostow memvisualisasikan lima tingkatan perubahan ekonomi satu negara, di mana tiap tingkatan didasari pada peralihan dalam susunan dan karakter aktivitas ekonomi negara itu. Salah satunya tingkatan penting pada mode Rostow ialah tahapan perkembangan dan peralihan industri, yang bawa peralihan berarti dalam susunan ekonomi satu negara.
Tahapan perkembangan dan peralihan industri
Tahapan perkembangan dan peralihan industri ini terjadi saat negara mulai berpindah dari bidang pertanian ke bidang industri. Produksi dan perkembangan industri jadi penting dalam ekonomi dan membuat lapangan pekerjaan yang lebih bagus dan hasilkan produk yang lebih bermacam dan berkualitas tinggi.
Pemahaman Industri Dan Peningkatan Sumber Daya Manusia. Tahapan ini diidentikkan oleh tiga aspek terpenting
- Perubahan bidang industri: Perkembangan dan peningkatan bidang industri jadi penting dalam tahapan ini. Beberapa negara pada tahapan ini umumnya hasilkan produk yang lebih kompleks dan berkualitas tinggi dan meningkatkan kekuatan tehnis dan manufacturing yang lebih bagus.
- Urbanisasi: Perkembangan industri yang kuat mengakibatkan beberapa orang lakukan migrasi dari perdesaan ke kota untuk mencari kerja. Urbanisasi yang cepat dapat mengakibatkan permasalahan sosial dan infrastruktur seperti kemacetan jalan raya dan tingginya ongkos hidup.
- Perubahan tehnologi: Perkembangan industri sering didorong dengan perubahan tehnologi baru. Kenaikan dalam kekuatan tehnis dan manufacturing menolong beberapa negara pada tahapan ini untuk produksi produk yang lebih efektif dan berkualitas tinggi.
Tahapan perkembangan dan peralihan industri umumnya terjadi pada beberapa negara yang berkembang, seperti Brazil, India, dan Tiongkok. Di tahapan ini, kemajuan ekonomi yang cepat dan peralihan dalam susunan ekonomi memberi peluang untuk negara untuk tingkatkan daya saing dan kurangi keterikatan pada bidang pertanian. Tetapi, tahapan ini dapat juga mempunyai imbas negatif di lingkungan dan warga bila perkembangan industri tidak disertai dengan peraturan yang tepat.
Beberapa ciri-ciri dari 5 masyarakat yang dikatakan oleh Rostow
Dalam teorinya mengenai tingkatan kemajuan ekonomi, Rostow menyampaikan lima ciri-ciri masyarakat sebagai tanda satu negara ada di tahapan perkembangan yang semakin maju.
Pemahaman Industri Dan Peningkatan Sumber Daya Manusia. Ke-5 ciri-ciri masyarakat itu ialah:
- Ada warga yang mempunyai tingkat pengajaran yang lebih tinggi dan bekerja pada bidang industri dan jasa. Pengajaran yang lebih tinggi ini memungkinkannya masyarakat untuk berperan serta dalam produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa yang lebih kompleks.
- Ada rutinitas menabung dan menginvestasikan uang pada beragam bidang ekonomi. Masyarakat yang menabung dan menginvestasikan uangnya memberi modal yang perlu untuk peningkatan ekonomi di masa datang.
- Ada usaha untuk cari sumber daya alam dan tehnologi yang lebih bagus untuk dipakai dalam produksi. Beberapa negara pada tahapan ini condong lakukan riset dan peningkatan untuk tingkatkan kualitas dan efektivitas produksi.
- Ada usaha untuk membuat cuaca investasi yang aman. Beberapa negara pada tahapan ini umumnya membuat ketentuan dan peraturan yang memberikan dukungan investasi, baik dari dalam negeri atau luar negeri.
- Ada peralihan pada pola hidup dan sikap warga pada peralihan ekonomi. Di tahapan ini, warga diharap bisa menyesuaikan dengan peralihan dan tinggalkan rutinitas lama yang tidak sesuai perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi.
Jenis type industri
Jenis type industri yang dibikin oleh setiap negara berlainan. Ketidaksesuaian produksi industri terkuasai oleh faktor-faktor ini.
Tiap negara mempunyai beberapa macam type industri yang berbeda bergantung pada keadaan geografis, sumber daya alam, peraturan pemerintahan, dan keperluan ekonomi penduduknya. Tetapi pada umumnya, industri bisa dibagi jadi beberapa type berikut ini:
- Industri primer: Industri yang lakukan aktivitas ekstraksi atau pemrosesan bahan mentah. Contoh industri primer ialah pertanian, perikanan, pertambangan, dan kehutanan.
- Industri sekunder: Industri yang lakukan pemrosesan bahan mentah dari industri primer jadi barang jadi atau produk siap gunakan. Contoh industri sekunder ialah industri minuman dan makanan, tekstil, otomotif, dan electronic.
- Industri tersier: Industri yang sediakan service atau jasa ke customer. Contoh industri tersier ialah transportasi, perhotelan, perbankan, dan asuransi.
Industri ke-4 atau Industri 4.0: Industri yang terkait dengan tehnologi info dan komunikasi dan pendayagunaan tehnologi hebat seperti robotika, internet of things, dan kepandaian bikinan. Contoh industri ke-4 ialah produksi piranti keras dan lunak, service cloud computing, dan tehnologi digital.
Industri bisa dikelompokkan berdasar beberapa persyaratan, diantaranya:
Berdasar sumber daya alam yang dipakai:

- Industri ekstraktif, yakni industri yang memakai sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui seperti minyak, gas, dan batu bara.
- Industri non-ekstraktif, yakni industri yang memakai sumber daya alam yang bisa diperbaharui seperti rimba, pertanian, dan perikanan.
Berdasar produk yang dibuat:

- Industri primer, yakni industri yang hasilkan produk mentah seperti pertanian, perikanan, dan pertambangan.
- Industri sekunder, yakni industri yang memproses bahan mentah jadi produk jadi seperti industri tekstil, electronic, dan otomotif.
- Industri tersier, yakni industri yang sediakan jasa atau service seperti perbankan, asuransi, dan pariwisata.
Berdasar kemampuan produksi:

- Industri kecil, yakni industri yang menghasilkan barang dengan kemampuan yang relatif kecil dan simpel.
- Industri menengah, yakni industri yang menghasilkan barang dengan kemampuan yang semakin lebih besar dan memakai tehnologi yang lebih hebat.
- Industri besar, yakni industri yang menghasilkan barang dengan jumlah yang besar sekali dengan memakai tehnologi dan perlengkapan produksi yang hebat.
Berdasar pemakaian tehnologi:
- Industri konservatif, yakni industri yang memakai tehnologi tradisionil atau konservatif.
- Industri kekinian, yakni industri yang memakai tehnologi hebat seperti robotika, kepandaian bikinan, dan internet of things (IoT).
Berdasarkan pemakaian tenaga kerja:
- Industri padat kreasi, yakni industri yang banyak memakai tenaga kerja manusia pada proses produksinya.
- Industri padat modal, yakni industri yang memakai tehnologi dan perlengkapan produksi yang hebat hingga memerlukan modal besar tapi jumlah tenaga kerja yang relatif kecil.
Kategorisasi industri ini bisa menolong dalam pahami beragam karakter dari industri dan mempermudah dalam meningkatkan peraturan ekonomi dan industri yang akurat. Tetapi, kategorisasi industri bisa bervariatif bergantung pada negara dan keadaan ekonomi yang berada di dalamnya.
A. Berdasar terdapatnya bahan baku
Berdasar tersedianya bahan baku, industri bisa dikelompokkan jadi tiga tipe, yakni:
-Industri Bahan Baku Terbatas
Industri bahan baku terbatas ialah industri yang memerlukan bahan baku yang ketersediaannya terbatas. Misalnya ialah industri minyak dan gas, batubara, dan logam. Kebatasan bahan baku bisa mengakibatkan harga yang lebih tinggi dan keinginan yang semakin tinggi dari suplai yang ada.
-Industri Bahan Baku Tidak Terbatas
Industri bahan baku tidak terbatas ialah industri yang memakai bahan baku yang ada secara luas. Misalnya ialah industri pertanian, perikanan, dan kehutanan. Industri bahan baku tidak terbatas condong lebih konstan dan bisa tumbuh lebih gampang karena suplai bahan baku yang luas.
-Industri Bahan Baku Hasil Samping Industri
bahan baku hasil samping ialah industri yang memakai sampah atau hasil samping dari industri lain sebagai bahan baku. Misalnya ialah industri daur ulangi, yang memakai kertas sisa, logam sisa, dan plastik sisa sebagai bahan baku. Industri bahan baku hasil samping bisa menolong kurangi sampah dan perpanjang usia bahan baku yang ada.
Kategorisasi industri berdasar tersedianya bahan baku bisa menolong dalam pahami karakter industri dan menimbang peningkatan industri di masa datang. Tetapi, kategorisasi ini dapat juga bervariatif bergantung pada negara dan keadaan ekonomi yang berada di dalamnya.
B. Berdasar jumlah pegawai
Berdasar jumlah pegawai, industri bisa dikelompokkan jadi tiga tipe, yakni:
- Industri Besar Industri besar ialah industri yang mengaryakan lebih dari 500 pegawai masih tetap. Industri besar umumnya mempunyai asset yang lebih besar dan menghasilkan dalam jumlah besar. Misalnya ialah industri otomotif, kimia, farmasi, dan manufacturing.
- Industri Menengah Industri menengah ialah industri yang mengaryakan di antara 100 sampai 500 pegawai masih tetap. Industri menengah umumnya menghasilkan dalam rasio menengah dan mempunyai asset yang semakin sedikit dibanding industri besar. Misalnya ialah industri minuman dan makanan, tekstil, dan kayu.
- Industri Kecil Industri kecil ialah industri yang mengaryakan kurang dari 100 pegawai masih tetap. Industri kecil umumnya menghasilkan dalam rasio kecil dan mempunyai asset yang terbatas. Misalnya ialah industri kerajinan tangan, kulineran, dan mode.
C. Berdasar jalur perindustrian
Berdasar jalur perindustrian, industri bisa dikelompokkan jadi beberapa macam, salah satunya:
- Industri Kimia Industri kimia menghasilkan beragam jenis produk kimia, seperti pupuk, pestisida, kosmetik, bahan farmasi, dan lain-lain.
- Industri Makanan dan Minuman Industri minuman dan makanan menghasilkan beragam jenis minuman dan makanan siap sajian, produk buatan, minuman enteng, minuman keras, dan lain-lain.
- Industri Tekstil dan Baju Industri tekstil dan baju menghasilkan beragam jenis produk tekstil dan baju, seperti kain, baju maka peralatan rumah tangga, dan lain-lain.
- Industri Mesin dan Alat Berat Industri alat dan mesin berat menghasilkan alat dan mesin berat untuk beragam kepentingan, seperti alat pertanian, alat konstruksi, alat berat untuk pabrik, dan lain-lain.
- Industri Electronic dan Tehnologi Info Industri electronic dan tehnologi info menghasilkan beragam jenis produk electronic, seperti computer, telephone pegang, tv, camera, dan lain-lain.
- Industri Konstruksi Industri konstruksi menghasilkan bahan bangunan dan jasa konstruksi untuk beragam tipe project, seperti gedung perkantoran, tempat tinggal, jalan tol, jembatan, dan lain-lain.
Kategorisasi industri berdasar jalur perindustrian bisa menolong dalam pahami karakter industri dan mengenali industri yang prospektif untuk peningkatan. Tetapi, kategorisasi ini bisa bervariatif bergantung pada negara dan keadaan ekonomi yang berada di dalamnya.
D. kategorisasi industri berdasar performanya
Berdasar performanya keseluruhannya, misalkan berdasar keproduktifan, penghasilan, keuntungan, dan lain-lain. Berikut contoh-contoh kategorisasi industri berdasar performanya:
- Industri maju: industri yang mempunyai tingkat keproduktifan tinggi dan sanggup berkompetisi di pasar global.
- Industri berkembang: industri yang berkembang dan berpotensi menjadi industri maju di masa datang.
- Industri keterbelakang: industri yang mempunyai keproduktifan rendah dan belum sanggup berkompetisi di pasar global.
- Industri berdikari: industri yang sanggup penuhi keperluan dalam negeri dan tidak begitu tergantung pada import.
- Industri tergantung: industri yang tergantung pada import bahan baku dan tehnologi di luar negeri.
- Industri padat kreasi: industri yang mengaryakan banyak tenaga kerja pada tingkat gaji yang relatif rendah.
- Industri padat modal: industri yang memercayakan tehnologi hebat dan beberapa mesin kekinian yang membutuhkan modal besar untuk peningkatan dan produksinya.
Kategorisasi industri berdasar performa bisa menolong dalam menilai keadaan industri, mengenali permasalahan yang terdapat, dan merangkum taktik peningkatan yang pas untuk tingkatkan performanya.
E.Berdasarkan bahan bakunya
Industri dapat dikelompokkan berdasar tipe bahan bakunya yang dipakai pada proses produksinya. Berikut contoh-contoh kategorisasi industri berdasar bahan bakunya:
- Industri primer: industri yang memakai bahan baku mentah yang didapat langsung dari sumber daya alam, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan.
- Industri sekunder: industri yang memakai bahan baku hasil olahan dari industri primer, seperti logam, kayu, karet, dan tekstil.
- Industri tersier: industri yang memakai bahan baku hasil olahan dari industri sekunder atau industri primer dan hasilkan produk jasa, seperti transportasi, perbankan, dan pariwisata.
Kategorisasi industri berdasar bahan bakunya penting untuk ketahui sumber daya yang dipakai dalam produksi dan efeknya pada lingkungan dan tersedianya bahan baku. Ini dapat juga menolong dalam merangkum peraturan ekonomi dan peningkatan industri yang terus-menerus dan bertanggungjawab secara lingkungan.
F. Berdasar jenjang proses produksi
Industri dapat dikelompokkan berdasar jenjang proses produksinya. Berikut contoh-contoh kategorisasi industri berdasar jenjang proses produksi:
- Industri dasar: industri yang menghasilkan bahan mentah atau bahan baku mentah yang tidak membutuhkan pemrosesan tambahan. Misalnya ialah pertanian, perikanan, dan pertambangan.
- Industri pemrosesan: industri yang menghasilkan barang 1/2 jadi atau barang jadi dengan memproses bahan baku mentah dari industri dasar. Misalnya ialah industri pemrosesan makanan, tekstil, kayu, dan kimia.
- Industri manufacturing: industri yang menghasilkan barang jadi dengan menyatukan beberapa bahan baku yang sudah diproses awalnya. Misalnya ialah industri electronic, otomotif, dan mesin.
Kategorisasi industri berdasar jenjang proses produksi bisa menolong dalam mengenali nilai lebih dalam tiap proses produksi dan memprediksi nilai jual barang yang dibuat. Hal ini dapat juga menolong dalam tentukan taktik peningkatan dan penganekaragaman
G. Berdasar hasil produksi
Industri bisa dikelompokkan berdasar tipe hasil produksinya. Berikut contoh-contoh kategorisasi industri berdasar hasil produksi:
- Industri barang konsumsi: industri yang menghasilkan beberapa barang yang dipakai langsung oleh customer akhir, seperti makanan, minuman, baju, dan beberapa barang rumah tangga.
- Industri barang modal: industri yang menghasilkan beberapa barang yang dipakai pada proses produksi oleh industri lain, seperti beberapa mesin, perlengkapan, dan beberapa bahan industri.
- Industri barang modal dan konsumsi: industri yang menghasilkan ke-2 tipe barang, yakni barang konsumsi dan barang modal, seperti mobil dan beberapa alat rumah tangga yang memerlukan sumber daya industri.
Kategorisasi industri berdasar hasil produksi penting untuk mengenali kebutuhan pasar dan memprediksi nilai jual barang. Ini dapat juga menolong dalam tentukan taktik marketing dan peningkatan produk dan tingkatkan efektivitas produksi.
H.Berdasar pluralisme industri
Berdasar pluralisme industri, industri bisa dikelompokkan jadi tiga tipe, yakni:
- Industri tunggal: industri yang cuma menghasilkan satu tipe produk atau service. Misalnya ialah pabrik pembikinan sepatu atau pabrik minuman.
- Industri sectoral: industri yang menghasilkan produk atau service pada sebuah bidang atau sektor tertentu. Misalnya ialah industri makanan, tekstil, atau tehnologi.
- Industri konvergen: industri yang menghasilkan produk atau service yang melewati beberapa bidang atau sektor. Misalnya ialah industri tehnologi info, yang bisa dipakai dalam beragam sektor, seperti kesehatan, keuangan, dan pengajaran.
Kategorisasi industri berdasar pluralisme penting pada mengenali kompetisi antara industri yang semacam dan meningkatkan taktik usaha yang akurat. Hal ini dapat juga menolong dalam memprediksi kebutuhan pasar dan meningkatkan produk dan service yang sesuai keperluan customer.
I. Berdasar kekuatan tenaga kerja
Berdasar kekuatan tenaga kerja, industri bisa dikelompokkan jadi dua tipe, yakni:
- Industri berat: industri yang membutuhkan tenaga kerja yang trampil dan pakar dan hasilkan produk yang lebih berat dan kompleks, seperti mobil, pesawat, atau kapal.
- Industri ringan: industri yang membutuhkan tenaga kerja yang kurang trampil dan hasilkan produk yang lebih ringan dan gampang dibikin, seperti baju, makanan, atau produk electronic customer.
Kategorisasi industri berdasar kekuatan tenaga kerja bisa menolong dalam mengenali tipe tenaga kerja yang diperlukan dalam tiap industri dan memprediksi waktu dan biaya yang diperlukan untuk latih dan meningkatkan tenaga kerja yang sesuai keperluan industri itu. Hal ini dapat juga menolong dalam meningkatkan peraturan dan program training dan peningkatan tenaga kerja yang efisien dan efektif.
J. Berdasarkan asal modal
Berdasar asal modal, industri bisa dikelompokkan jadi dua tipe, yakni:
- Industri nasional: industri yang dipunyai oleh masyarakat negara atau perusahaan yang berbasiskan dalam negeri.
- Industri multinasional: industri yang dipunyai oleh perusahaan asing atau cabang dari perusahaan asing yang bekerja di negara lain.
Kategorisasi industri berdasar asal modal bisa menolong dalam mengenali tingkat keterikatan satu negara pada investasi asing dan kontributor industri pada ekonomi nasional. Hal ini dapat juga menolong dalam meningkatkan peraturan dan program untuk menggerakkan investasi lokal dan tingkatkan ketrampilan dan kemampuan industri dalam negeri untuk berkompetisi secara global.
Beberapa materi yang dipersiapkan Pengetahuan Industri, Peralihan dan Kelompoksasi Industri dan info secara lengkap, Kami berharap dapat membantu dan menambah wawasan pembaca, khususnya dalam pelajaran geografi. Semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa artikel berikutnya.