9 Rangka etnografi dalam sistem antropologi komplet. Pada posting awalnya, kita sudah mengulas mengenai sistem dalam sosiologi. Ini kali kita akan mengulas sistem dalam antropologi, yok baca penuturannya berikut ini.

Sistem dalam antropologi
Semenjak 100 tahun lalu, pecinta budaya dan warga lain sudah mengetahui jika ingin membuat kreasi yang berharga ilmiah, mereka harus pelajari materinya seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa periset di bagian pengetahuan lain, yakni secara struktural. dan lewat penilaian yang tidak berpihak. Untuk memvisualisasikan budaya.
Study mengenai budaya manusia ialah subyek study budaya, lebih persisnya, antropolog. Antropologi mulai hidup di tengah warga yang mulai didalaminya, hingga bisa memperhatikan bahkan juga ikut dalam kejadian-peristiwa penting warga berkaitan. Mereka dapat dengan berhati-hati ajukan pertanyaan ke perwakilan warga tradisi mengenai rutinitas dan tradisi istiadat mereka. Dalam kata lain, antropolog mulai lakukan kerja lapangan.
Tehnik riset lapangan
Riset lapangan ialah tulang punggung antropologi kekinian. Semua info antropologi didapat lewat kerja lapangan . Maka, seperti aktivitas dalam fisika, riset lapangan sediakan data yang diperlukan untuk mengetes teori atau menerangkan teori. Dalam adat banyak perguruan tinggi antropologi, misalkan di Amerika Serikat, seorang mahasiswa umumnya disuruh untuk memperoleh data dari lapangan dan merepresentasikan interpretasi data itu supaya mahasiswa itu penuhi persyaratan untuk program doktoral. Kewajiban kerja lapangan dibebaskan bila pelajar lakukan study antara budaya di mana ia menganalisa data mengenai beragam budaya yang dihimpun oleh karyawan lapangan sebelumnya; tapi bahkan juga dalam pengecualian itu kebutuhan riset lapangan masih tetap diprioritaskan.
Tehnik apa yang dipakai dalam riset lapangan? Saat sebelum masuk ke lapangan, antropolog lebih dulu pelajari seluruh bahan dan info yang ada mengenai budaya yang ingin didalaminya, dan pelajari beberapa pertanyaan yang secara eksklusif mengundang perhatian. Dengan pelajari beberapa materi itu, beberapa antropolog coba memperoleh pengetahuan awalnya mengenai budaya warga yang berkaitan.
Sebagai tehnik riset lapangan, interviu biasanya dipakai untuk kumpulkan info mengenai: langkah biasa saat lakukan suatu hal, beberapa hal yang dipercaya seorang, dan nilai-nilai yang diyakininya. Tetapi, beberapa hal itu cuma bisa dibicarakan bila anggota warga di tempat bisa menjelaskannya dan ingin mengulasnya.
Interviu ialah salah satu tehnik yang bisa dipakai untuk mendapat info mengenai kejadian-peristiwa yang tidak bisa dilihat sendiri langsung oleh antropolog, baik karena terjadi di periode lalu atau karena dia tidak dibolehkan datang pada tempat peristiwa.
Di lain sisi, pengamatan ialah salah satu langkah periset dapat memperoleh deskripsi skema budaya yang tidak diutarakan dengan kalimat. Orang tidak selamanya bisa menjelaskan dengan kalimat, misalkan jarak yang pas di antara 2 orang yang bicara sekalian berdiri, tapi seorang antropolog bisa memperhatikan rutinitas mengenai hal tersebut. Manfaat lain pengamatan sebagai tehnik riset lapangan ialah untuk membahas apa anggota satu warga betul-betul berperangai sesuai rutinitas yang mereka katakan.
Riset lapangan harus juga tentukan banyaknya orang dan orang yang bekerja yang hendak diamati atau diinterviu. Dalam artian ini, biasanya dipandang jika untuk pelajari skema budaya yang lebih riil dan diterima secara luas dalam masyarakat, perlu menginterviu dan memperhatikan semakin sedikit orang. Bila ada keberagaman karakter budaya yang besar, karena itu ada keperluan yang semakin besar untuk lakukan interviu atau pengamatan pada contoh pribadi yang representatif. Misalkan: bila seorang periset di atas lapangan ingin ketahui adakah “pimpinan” atau kades, atau bagaimana orang yang lebih tua dipanggil, atau ingin ketahui seberapa banyak istri yang dipunyai seorang pria, cukup hanya memperoleh info ini dengan bertanya beberapa responden (sahabat yang bisa dipercayai oleh antropolog yang umum ditanyakan mengenai rutinitas orang yang ditelaah).
rangka etnografi
Dalam riset etnografi, hasil pengamatan dan interviu umumnya dituangkan dalam catatan yang disebutkan catatan lapangan. Catatan-catatan berbentuk catatan lapangan berikut yang selanjutnya dibuat jadi sebuah esai preskriptif yang dikenali dengan esai etnografi.
Etnografi ialah deskripsi budaya satu barisan etnis. Untuk memvisualisasikan dengan detail elemen budaya satu suku bangsa, umumnya diatur rangka etnografi. Rangka itu dipisah jadi beberapa bab dari buku etnografi.
- Posisi etnografi kerang ialah seperti berikut.
- Bahasa,mekanisme tehnologi,
- mekanisme ekonomi,
- organisasi sosial dari mekanisme pengetahuan,
- seni, saya
- mekanisme religius.
Masing-masing bab ini terbagi dalam beberapa bagian tertentu yang hendak diterangkan lebih detil pada sub-bagian ini.
1. Lokasi, lingkungan alam dan demografi
Dalam menggambarkan letak atau rumah dan penyebaran suku bangsa sebagai subyek deskripsi etnografi perlu diterangkan beberapa ciri geografis yakni: cuaca, karakter daerah, temperatur dan jumlah curahan hujan. Sebaiknya bila penulis etnografi bisa memvisualisasikan karakter geologis dan geomorfologi wilayah lokasi, penyebaran suku bangsa, dan beberapa ciri flora dan fauna di wilayah yang berkaitan.
2. Asal dan riwayat suku bangsa
Etnografi harus juga diperlengkapi dengan info mengenai asal mula dan riwayat beberapa orang sebagai subyek deskripsi. Dalam mitologi satu suku umumnya ada beberapa cerita keramat mengenai pembuatan alam, pembuatan dan penyebaran manusia oleh beberapa dewa dalam agama asli suku yang berkaitan. Dongeng semacam itu umumnya penuh dengan kejadian ajaib yang jauh dari bukti riwayat.
3. Bahasa
Bab mengenai bahasa dan mekanisme lambang manusia untuk komunikasi lisan dan tulisan dalam esai etnografi menerangkan feature paling penting dari bahasa yang diucap oleh barisan etnis yang berkaitan, dan macam bahasa itu.
4. Mekanisme tehnologi
Bab mengenai tehnologi atau langkah menghasilkan, memakai, dan selekasnya memiara peralatan kehidupan suku bangsa dalam esai etnografi cukup terbatas pada tehnologi tradisionil.
Tehnologi tradisionil sekurangnya terdiri dari 8 tipe mekanisme perlengkapan dan elemen budaya fisik warga perdesaan yang hidup dari pertanian, yakni:
- fasilitas produksi,
- senjata,
- kapal,
- alat mulai api,
- makanan, minuman, bahan obat,
- baju dan perhiasan,
- rumah dan perumahan,
- kendaraan.
5. Sebuah mekanisme untuk kehidupan
Periset antropologi memerhatikan mekanisme penghasilan atau mekanisme ekonomi, terbatas pada mekanisme yang memiliki sifat tradisionil, misalnya:
- memburu dan kumpulkan,
- meningkatkan,
- berkebun di kebun,
- tangkap ikan,
- budidaya tinggal dengan irigasi.
Selainnya ke-5 mekanisme itu, penting diingat mekanisme produksi, sumber daya alam, langkah mendapat modal, langkah atur kerja, mekanisme distribusi, dan proses konsumsi.
6. Organisasi sosial
Tiap warga mempunyai organisasi sosial yang atur tradisi seperti mekanisme kekeluargaan, mekanisme pemerintah dusun, figur warga, figur agama dan sebagainya. Dalam deskripsi etnografis organisasi dan susunan warga dusun, perhatian diberi pada pembagian pekerjaan dalam warga, beragam aktivitas bergotong-royong, jalinan dan sikap pimpinan pada rakyat, kuasa dan kekuasaan. pimpinan, dan pemerincian dan jalinan pimpinan dengan rakyat. dan sebagainya.
7. Mekanisme pengetahuan
Esai etnografi mengenai mekanisme pengetahuan meliputi tehnologi dan kepandaian satu barisan etnis dalam beberapa hal tertentu. Misalkan, dalam komune nelayan, bagaimana Anda ketahui pada musim apa beragam tipe ikan mengarah ke hilir atau hulu dan alat apa yang diperlukan untuk tangkap ikan.
8. Seni
Bab mengenai seni dalam etnografi meliputi bagaimana satu suku hasilkan seni dan tehnik pembikinannya. Bila periset ingin isi satu bab mengenai seni dalam etnografi, karena itu dia harus berdasar pada rangka baku yang merujuk pada sektor seni tertentu.
9. Mekanisme religius
Agama sudah jadi sisi penting dari penulisan etnografi satu barisan etnis. Mekanisme religius pada suatu budaya ditujukan untuk memiara emosi keagamaan di kelompok pemeluknya.
Maka dari itu, emosi keagamaan sebagai elemen utama dalam beragama bersama tiga elemen yang lain, yakni:
- mekanisme keyakinan,
- mekanisme ritual keagamaan,
- orang yang beragama itu.
Begitu keterangan yang bisa kami berikan berkenaan 9 Rangka etnografi dalam sistem antropologi komplet. Mudah-mudahan posting ini berguna untuk beberapa pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk pembikinan pekerjaan. Sampai jumpa di posting seterusnya.